Pemkab Kukar Salurkan 9,7 Ton Beras untuk Petani Terdampak Banjir

TNews, KUKAR– Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri, menyerahkan bantuan bagi petani terdampak gagal panen akibat banjir di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, pada Rabu, 8 April 2026.

Penyerahan bantuan itu berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Desa setempat, di tengah situasi yang masih menyisakan dampak panjang dari bencana hidrometeorologi beberapa bulan terakhir.

Banjir yang merendam areal persawahan di wilayah tersebut terjadi setelah curah hujan tinggi mengguyur sejak akhir Desember 2025 hingga Januari 2026. Intensitas hujan yang melampaui rata-rata itu menyebabkan sungai meluap dan menggenangi lahan pertanian warga dalam durasi cukup lama. Kondisi ini berujung pada kegagalan panen yang dialami sebagian besar petani.

Pada kesempatan itu, Bupati Aulia menyampaikan empati atas situasi yang dihadapi para petani. Ia mengatakan bahwa atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kukar, pihaknya menyampaikan keprihatinan mendalam serta turut berduka atas bencana gagal panen yang dialami para petani.

Menurutnya, kondisi tersebut berada di luar kendali, mengingat sejak akhir Desember 2025 hingga Januari 2026 curah hujan tercatat di atas rata-rata. Situasi itu kemudian diperparah dengan meluapnya air sungai yang merendam sebagian besar lahan persawahan di Desa Rapak Lampur dalam waktu cukup lama, sehingga menyebabkan sebagian besar padi tidak dapat dipanen.

Sebagai langkah awal penanganan, pemerintah daerah menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada warga terdampak. Bantuan ini dihitung berdasarkan pendataan oleh tim terpadu, dengan tujuan menjaga ketahanan pangan keluarga petani yang kehilangan hasil panennya.

“Sebagai bentuk kepedulian dan tanggungjawab kami selaku Pemerintah Kabupaten Kukar, pada hari ini kami menyerahkan bantuan pangan berupa beras kepada Bapak/Ibu semua sesuai dengan hasil perhitungan Tim Terpadu agar kebutuhan pangan bapak ibu sekeluarga dapat tetap terpenuhi,“ kata Bupati Aulia.

Memang bantuan yang kami berikan pada hari ini tidak sebanding dengan kerugian yang Bapak/Ibu alami. Namun setidaknya dapat meringankan beban dan memastikan bahwa Bapak/Ibu bersama keluarga dapat terpenuhi kebutuhan pangannya khususnya beras. Jumlah bantuan yang kami disalurkan hari ini sebanyak 9.756 Kg Beras,” sambungnya.

Di luar bantuan jangka pendek, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah pemulihan sektor pertanian. Aulia meminta agar Dinas Pertanian dan Peternakan memprioritaskan pemberian sarana produksi pertanian bagi petani terdampak. Langkah ini dinilai penting agar para petani dapat kembali mengolah lahan dan menanam padi pada musim tanam berikutnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pembenahan infrastruktur pendukung, terutama sistem irigasi. Ia meminta instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk kemungkinan pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan guna mengurangi risiko banjir serupa di masa mendatang.

“Kepada Kepala OPD yang terkait dapat sigap dan kordinasi serta sinergi melakukan percepatan penanganan pasca banjir yang terjadi, sehingga para petani bisa melanjutkan menanam kembali dan mengembalikan kondisi perekonomiannya,” katanya.

Di akhir penyampaiannya, Aulia memberi dorongan moral kepada para petani agar tetap bertahan dan melanjutkan usaha tani mereka. Ia menyebut para petani sebagai bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan daerah.

“Kepada Bapak,Ibu tetap bersemangat untuk melanjutkan kegiatan usaha taninya untuk periode musim berikutnya. Karena Bapak Ibu semua sesungguhnya adalah pahlawan yang berjuang untuk tetap bisa menghasilkan pangan untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan